Tampilkan postingan dengan label BIDANG KESIAPSIAGAAN BENCANA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIDANG KESIAPSIAGAAN BENCANA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Agustus 2012

RELAWAN PMI TURUT PADAMKAN KEBAKARAN HUTAN GUNUNG SLAMET


Hari Jum’at, 24 Agustus 2012 sekelompok pendaki gunung memulai aktifitas pendakian menuju puncak gunung slamet melalui jalur Pos Pendakian Gunung Slamet di Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, disaat musim kemarau panjang seperti sekarang ini jalur pendakian dari Pos Pendakian menuju pos 1 dan 2 berdebu tebal karena dikanan dan kiri jalan setapak yang dilalui pendaki terhampar tanaman sayuran di lahan yang mongering, kondisi seperti ini yang membuat petani sayuran di dukuh bambangan bekerja ekstra dalam merawat tanaman mereka agar tidak mati karena kekurangan air.

Sore hari terlihat kepulan asap membubung tinggi  yang diperkirakan berada di antara Pos IV dan V, dari informasi yang diperoleh api itu bermula dari para pendaki yang membuat perapian untuk menghangatkan badan, rupanya para pendaki itu tidak menyadari kalau semak yang berada di Pos IV  banyak yang telah mengering karena musim kemarau panjang, karena kurangnya kewaspadaan ini membuat api menjalar ke mana – mana, api yang tadinya kecil sekarang berubah menjadi besar dan menyeramkan, para pendaki yang ada tak sanggup untuk memadamkankannya, akhirnya kelompok pendaki terpecah menjadi 2, sebagian lari turun gunung, sebagian lagi lari ke atas menuju puncak.

Selasa, 08 Mei 2012

RUMAH NENEK ITU KINI TINGGAL PUING DAN ABU


Rumah ni Samini yang habis terbakar

Ni Samini janda berusia 60 tahun warga Kadus II Desa Condong, Kecamatan Kertanegara, Purbalingga yang  tinggal seorang diri dikagetkan oleh suara Penjaga Kandang ayam yang berada tak jauh dari rumahnya berteriak – teriak membangunkannya dan meminta ia segera keluar rumah, usia yang cukup tua membuatnya tidak menyadari kalau sebagian rumahnya telah dilalap sijago merah, Kebakaran itu terjadi pada hari Jum’at, 4 mei 2012 pukul 03.00 dinihari.

Lokasi tempat tinggalnya yang terpisah dengan pemukiman warga yang lain membuat warga yang lain terlambat untuk menolongnya, akibatnya sijago merah dengan leluasa menghanguskan rumah dan perabotan yang ia miliki, tak cukup sampai disitu sijago merah juga melalap habis rumah ni surtinah yang juga adik ni samini yang rumahnya memang berdekatan, akibatnya kedua orang janda tua kakak beradik ini kini tak lagi mempunyai tempat untuk berteduh, kini ia menumpang di rumah Saudaranya yang lain yang lokasinya tak begitu jauh dari rumahnya yang terbakar.

Jumat, 11 Maret 2011

KERUSUHAN DI PURBALINGGA, 1 luka tembak dan 2 kritis

Anggota Polisi RES Purbalingga berhadapan dengan pengunjuk rasa
Kamis pagi, 10 Maret 2011, suasana kota Purbalingga yang selama ini tenteram dan damai terkoyak oleh sekumpulan Karyawan Perusahaan Swasta yang ada di Purbalingga yang mengadakan demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Purbalingga, mereka tak puas dengan kebijakan perusahaan yang dinilai merugikan karyawan, gaji yang masih minim, waktu dan beban kerja yang berat, himpitan ekonomi serta adanya isu perlakuan salah satu pemilik perusahaan yang mencabuli karyawatinya membuat mereka mengadakan aksi demonstrasi ini, mereka ingin menyampaikan aspirasinya kepada anggota Dewan, masa yang tadinya sedikit bertambah banyak hingga mencapai ribuan orang, negosiasi yang dilakukan POLRI dengan pengunjuk rasapun dilakukan, hasilnya sejumlah perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh anggota DPRD di gedung Wakil Rakyat, dialog pun berjalan lancar, tuntutan segera disampaikan, tetapi karena anggota dewan dianggap kurang cepat dan terlalu birokratis sehingga perwakilan pengunjuk rasa merasa tidak puas, mereka menginginkan penanganan yang cepat, akhirnya mereka keluar dari gedung Dewan dengan wajah penuh kekecewaan.

Rabu, 01 Desember 2010

ANGIN RIBUT ROBOHKAN RUMAH WARGA

PMI HARUS TRANSPARAN DAN AKUNTABEL
PMI HARUS TRANSPARAN DAN AKUNTABEL
Hujan disertai angin ribut yang terjadi pada hari senin sore pukul 16.00 tanggal 29 Nopember 2010 Desa Kutawis Kecamatan Bukateja mengakibatkan rumah milik Sukiyatno warga RT 01 RW 06 roboh dan rata dengan tanah, melukai 2 orang warga, merusak 12 rumah serta menumbangkan pohon Durian dengan tinggi hampir 40 meter dengan diameter 3 meter.
Informasi bencana ini diterima oleh Markas PMI dan segera berkoordinasi dengan BPBD, Dinsosnakertrans, Pengurus PMI kecamatan dan bagian Kesra Pemda Kab. Purbalingga untuk segera melakukan assessment dan memberikan bantuan darurat bagi mereka yang terkena bencana.

Rabu, 17 November 2010

CERITA TUGAS TIM MAT PMI PURBALINGGA KE POSKO PENGUNGSIAN MERAPI KABUPATEN MAGELANG

ROMBONGAN I

     
Lingkungan yang tampak rusak terkena abu dan pasir vulkanik Merapi

Sesuai dengan perintah dari PMI Provinsi Jawa Tengah dalam menanggapi kejadian Bencana Erupsi Gunung Merapi di Wilayah Jawa Tengah, maka PMI Kabupaten Purbalingga mendapat tugas untuk mengirimkan Tim Medical Action Team (MAT) menuju lokasi pengungsian di wilayah kabupaten Magelang.
Rombongan Tim MAT terdiri dari 2 kelompok yang berangkat secara bertahap yaitu tanggal 4-7 Nopember 2010 serta tanggal 7-10 Nopember 2010.
Rombongan I menetap di Posko Pengungsi Jumoyo Kec. Salam Kabupaten Magelang yang berada di radius 18 Km dari Puncak Merapi dengan membuka Posko Medis di Tenda di lapangan depan SMK Muhammadiyah 1 Salam, dengan kondisi seadanya. Air bersih seadanya, MCK seadanya dan menu Dapur Umum yang seadanya karena berada bersama dengan sekitar 1.700 an pengungsi.
     Di lokasi ini, rombongan mengalami kejadian erupsi besar pada tanggal 4 Nopember malam, dan mengalami hujan abu vulkanik dengan selingan hujan air bercampur pasir. Beberapa tenda induk di sekitar tenda medis rusak, robek-robek dan beberapa bahkan roboh karena tidak mampu menampung volume material yang diterbangkan merapi ke sekitarnya. Baju-baju dan rompi PMI warna biru tua yang dikenakan relawan berubah menjadi putih dan abu-abu karena terkena hujan abu dan pasir. Kejadian yang menyibukkan kru ambulan adalah ketika sebagian plafond dan atap RSUD Muntilan Kab. Magelang runtuh dan pasien yang berada dilokasi harus di evakuasi ke RS lain, dan ambulan yang berada di radius RSU diminta bantuan untuk ikut bertugas memindahkan pasien.

ROMBONGAN II

     Rombongan II tiba di Posko Pengungsian Jumoyo Kec. Salam sekitar Pukul 12.00 WIB dengan keadaan posko yang sudah tampak sangat kotor karena seluruh warna yang tampak hanya berkisar warna putih, abu-abu dan coklat. Putih karena abu vulkanik, abu-abu karena tumpukan pasir yang berada dimana-mana dan coklat karena setelah ditimpa hujan air dan pasir maka tanah menjadi berlumpur dan membaluti banyak benda di sekitar posko. Ambulan PMI Kab Purbalingga yang berwarna putih bersih pun beruabh menjadi warna abu-abu cerah dan bermotif air hujan.
Pukul. 15.00 WIB ternyata pengungsi sudah dikondisikan oleh Koordinator Posko untuk segera berkemas-kemas dan naik ke truk pengangkut untuk turun ke radius aman yang lebih aman.
Iring-iringan pengungsi posko yang diangkut oleh Truk masyarakat dan truk Militer bergerak turun menuju Mertoyudan, tepatnya mengarah ke Posko Pengungsian Gudang BULOG dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang yang beradius sekat 30 Km dari Puncak Merapi. Abu, debu dan pasir saling berlomba menyiram pengungsi sepanjang iring-iringan panjang ini. Disepanjang perjalanan, yang dilewati hanya kota yang rusak oleh debu dan pasir, kota yang sepi tanpa aktivitas ekonomi dan kota dengan jalanan yang merayap pelan dan cenderung macet oleh lalu lalang kendaraan umum, kendaraan angkutan pengungsi dan kendaraan pengangkut bantuan dari masyarakat untuk pengungsi Merapi. Luar biasa memang....
Pukul 17.30 ambulan Tim MAT PMI Kab Purbalingga memasuki Gudang BULOG di Mertoyudan. Sangat gaduh dan riuh suasana posko baru ini, sekitar 3000an pengungsi berdesakan menata diri di kapling gudang yang masih berbau beras.
2 jam pertama setelah membuka posko Pukul 19.00, Tim MAT memberikan pelayanan kesehatan sekitar 40 an pengungsi masuk Pos Layanan dengan kasus dominan pada gatal, ISPA dan Sakit Mata yang sebab utamanya debu berlebihan dan sanitasi yang terbatas.
Pukul 22.00 Posko MAT pindah ke Pos Pengungsian Kantor Kementerian Agama yang berada persis di sebelahnya dengan pertimbangan di lokasi tersebut belum ada Posko Medis, sementara di Posko BULOG sudah dibuka Posko Kesehatan dari RS UNISSULA Semarang dan Kanwil Dinkes Prov Jawa Tengah.
     Diposko Kemenag ini, Tim MAT PMI Purbalingga bekerjasama dengan TNI, Pemkab, Mahasiswa dan Tim Dapur Umum PMI Kudus mengelola PoskoPengngsian yang ditempati hampir 400 orang dengan rincian 312 Pengungsi dan sisanya relawan.
     Hari Rabu tanggal 10 Nopember, Tim MAT PMI Purbalingga dan DU PMI Kudus mengakhiri tugas di posko tersebut dan ditarik kembali ke daerah masig-masing dan kembali bersiaga untuk penanganan bencana di daerah yang memang saat ini sedang sering terjadi.
Satu hal yang ditangkap selama berada di pengungsian dan berbaur dengan segala permasalahan pengungsi, bahwa tampak memang ada wajah-wajah lelah pengungsi ketika mereka diharuskan berpindah lagi ke posko pengungsian lain.
Kerja yang mesti mereka lakukan sangat panjang, dari mulai mengemas perlengkapan hidup selama ditenda, packing lagi agar mudah ditenteng, kemudian mengumpulkan anggota keluarganya yang mungkin sedang berada di tempat lain di area posko pengungsian (misal sedang antri MCK, antri ambil air atau antri logistik), menaikkan barang-barang milik kelompoknya ke atas truk, menata diri diatas truk, kemudian menurunkan barang-barang ditempat pengngsian baru, membawa barang ke petak/kapling pengungsian yang disediakan koordinator posko yang dituju, menyiapkan tatakan/landasan kapling, menata barang-barang di kaplingnya, mencari lokasi-lokasi untuk MCK, tempat Shalat dan DU yang kadang tempatnya sangat berjauhan satu dengan yang lainnya dan itu dilakukan dalam suasana hiruk pikuk berbaur dengan ribuan orang yang bertujuan sama.
     Terlepas dari itu konsekuensi pengungsian, tapi satu yang sudah pasti bahwa jiwa mereka dan keluarga besarnya Insya Alloh sudah dihindarkan dari bahaya langsung erupsi Merapi. Itu yang akhirnya membuat mereka ikhlas dan nerimo apapun kondisi yang harus mereka terima di pengungsian. Itulah kearifan dan kedewasaan mereka yang setidaknya bisa kita ambil sebagai hal positif.
(rsl-volunteer)

KAMI BARU KEMBALI DARI POSKO PENGUNGSI MERAPI

    Pengalaman selama 7 hari di lokasi pengungsian pengungsi Merapi di Kabupaten Magelang menjadi pengalaman tersendiri yang luar biasa bagi rombongan relawan PMI Kabupaten Purbalingga.
     Sesuai dengan perintah dari PMI Provinsi Jawa Tengah dalam menanggapi kejadian Bencana Erupsi Gunung Merapi di Wilayah Jawa Tengah, maka PMI Kabupaten Purbalingga mendapat tugas untuk mengirimkan Tim Medical Action Team (MAT) menuju lokasi pengungsian korban erupsi gunung Merapi di wilayah Kabupaten Magelang.
Rombongan Tim MAT terdiri dari 2 kelompok yang berangkat secara bertahap yaitu tanggal 4-7 Nopember 2010 serta tanggal 7-10 Nopember 2010.

Ki-ka: Waryanto, Fajar K, Musliarno, Kukuh CU, Eko Waskito, Rukmawan SL, dr. Asti, Baskoro, dr. Jusi F., Toto Endargo (Yuswardi &Imam Karseno yang motret hihi..)



Ki-ka: Yuswardi, Waryanto, Fajar K, Musliarno, Kukuh CU, Rukmawan SL, dr. Asti, Baskoro, Imam Karseno, dr. Jusi F., Toto Endargo (Eko Waskito yang motretin..)

Rombongan I terdiri dari :
1.dr. Jusi Febrianto, MPH (dokter/Ka UTD PMI Kab Purbalingga)
2.Eko Waskito, AMK (paramedis)
3.Teguh Baskoro, AMK (paramedis)
4.Imam Karseno (Staf markas)
5.Musliarno (KSR)
6.Yuswardi (driver ambulan)

Rombongan II terdiri dari :
1.Rukmawan Suci L.,SE (Pengurus PMI Kab Purbalingga)
2.dr. Harimurti Swastika D (dokter BP PMI)
3.Novaria P (paramedis)
4.Fajar K (paramedis)
5.Toto Endargo, SIP (TSR)
6.Kukuh Cahya U (KSR)
7.Waryanto (driver ambulan)

HUJAN ABU MERAPI DI PURBALINGGA, PMI PURBALINGGA BAGIKAN MASKER KEPADA WARGA

   


Seiring dengan aktifitas Gunung Merapi yang semakin meningkat setelah erupsi tanggal 26 Oktober 2010, pada tanggal 4 Nopember 2010 Pukul 23.30, Merapi kembali mengeluarkan awan panas dan erupsi yang cukup besar.
Akibat erupsi yang besar tersebut, debu dan debu abu hasil erupsi beterbangan dan menyebar ke segala penjuru di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya, termasuk wilayah Purbalingga. Sejak jumat dinihari, udara di Purbalingga telah dipenuhi abu vulkanik dan debu yang berterbangan dalam jumlah yang cukup pekat. Kejadian ini merupakan yang terbesar terjadi di Purbalingga setelah hujan abu serupa yang datang setelah peristiwa Erupsi Gunung Galunggung Tasikmalaya pada Tahun 1982. merespon kejadian tersebut, PMI Kabupaten Purbalingga merespon cepat kejadian tersebut dengan pembagian masker gratis kepada masyarakat terutama yang melintasi di jalan-jalan di Purbalingga adan beraktivitas di luar rumah. Pembagian dilakukan di Jalan Letkol Isdiman sekitar Markas PMI Kab Purbalingga serta di tempat-tempat publik seperti terminal, pasar dan juga ke Dinas, Instansi dan Lembaga Pemerintah. Selain itu juga banyak warga masyarakat yang berinisiatif datang langsung ke markas PMI untuk meminta masker baik secara perorangan maupun individu. Pagi hari jam 06.30 WIB saat warga mulai keluar rumah untuk berangkat sekolah maupun kerja, relawan PMI berdiri di pinggir jalan dan membagikan masker langsung untuk dipakai.
     Sekitar pukul 08.00 wib stok masker markas sudah habis, setelah sekitar 3500 lembar di bagi langsung. Pukul 10.00 PMI mendapat bantuan masker dari DKK Kab Purbalingga sejumlah 2000 lembar dan langsung dibagikan lagi ke masyarakat. Meskipun telah habis PMI masih menjadi buruan masyarakat untuk mendapatkan masker.
Setelah masker dari DKK habis terdistribusi, stok cadangan PMI dalam jumlah terbatas pun dikeluarkan mengingat abu vulkanik yang masih cukup deras menyiram kota Purbalingga.
Pembagian masker ini dilakukan oleh Pengurus, Staf dan Relawan PMI serta masyarakat yang berinisiatif membantu.
(rsl-volunteer )

header

header