Rabu, 08 Juni 2016

51 Pangkalan PMR Siap Ikuti Jumbara PMR IX Th. 2015


PurbalinggaNews  – Sebanyak 51 pangkalan Palang Merah Remaja (PMR) se- Purbalingga akan ikut ambil bagian dalam kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) yang akan digelar 17 – 20 September 2015 di lapangan Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara. Pangkalan PMR tersebut terinci dari 26 PMR Wira dari SMA/SMK/MA dan 25 PMR Madya yang berpangkalan di SMP/MTs. Jumbara merupakan kegiatan rutin dua tahunan guna mengevaluasi pembinaan PMR Madya dan PMR Wira. Setiap pangkalan mengirimkan 24 orang anggota PMR.

Ketua Panitia Pelaksana Jumbara Rukmwan Suci Laswono,SE mengatakan, Jumbara PMR merupakan sarana mengembangkan kapasitas, keterampilan dan sikap positif PMR sesuai Tri Bhakti PMR.  ”Kegiatan Jumbara selain untuk memacu keterampilan juga akan memupuk kemampuan kerja kelompok yang sangat berguna dalam penanganan bencana yang sesungguhnya,” kata Rukmawan, Senin (7/9).
Dijelaskan Rukmawan, kegiatan Jumbara dilaksanakan dengan konsep kegiatan evaluasi peragaan atau praktek, evaluasi teori, serta ditambah dengan berbagai penambahan pengetahuan lewat workshop dan life skill station. Pendekatan yang dilakukan dalam Jumbara adalah pendekatan keterampilan hidup, sehingga peserta akan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas individu dan peningkatan skill sesuai dengan tingkatannya.  Peningkatan skill tersebut antara lain dari berbagai kegiatan evaluasi yang berisi sosialisasi siaga bencana, promosi kesehatan remaja, diseminasi kepalangmerahan yang berupa presentasi materi dan konsep.
”Jumbara merupakan even yang sangat ditunggu oleh pangkalan sekolah dan PMI Kabupaten karena menjadi sarana melakukan kompetisi, pembelajaran sekaligus evaluasi keberhasilan program pembinaan di masing-masing pangkalan,” katanya.
Rukmawan yang didampingi Pengurus PMI lainnya Toto Endargo merinci, kegiatan pada garis besarnya dibagi tiga yakni kegiatan Jumpa yang meliputi travelling kepalangmerahan, kreasi remaja, peningkatan ketrampilan dan cerdas tangkas ke-PMR-an. Kegiatan Bakti meliputi bakti sosial pembagian alat tulis, penanaman pohon produktif, kerja bakti bersih-bersih lingkungan, dan K-3 perkemahan.
”Sedang kegiatan Gembira meliputi paduan suara, pentas seni, olahraga persahabatan, out bond, defile kontingen, dan anjangsana,” rinci Rukmawan.
Secara terpisah Ketua PMI Purbalingga Drs Suyitno meminta agar kegiatan Jumbara PMR mampu menjadi ajang untuk meningkatkan kualitas relawan muda Palang Merah Indonesia (PMI). “Jumbara jangan hanya jadi kegiatan seremonial rutin, namun terus dikembangkan dan ditindaklanjuti secara konsisten sebagai bekal pembinaan calon relawan muda PMI di semua pangkalan,” pinta Suyitno.
Dikatakan Suyitno, keberadaan PMI beserta relawannya di setiap kejadian  bencana menjadi suatu kebutuhan dan harapan para korban bencana. “Kondisi ini juga mengharuskan perlunya regenerasi relawan di jajaran PMI, sehingga energi ke-relawanan-nya selalu terbarukan dan segar. Untuk berprosesnya regenerasi tersebut diperlukan pelatihan pembentukan relawan secara konsisten di sekolah dan di masyarakat, “ katanya.
Suyitno juga meminta kepada relawan agar selalu meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan secara proporsional, sehingga diharapkan sikap dan perilaku relawan dilapangan akan selalu mencerminkan karakter yang humanis. (*)

40 Relawan PMI Purbalingga Siap Layani Masyarakat selama Lebaran


TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA -- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purbalingga menerjunkan 40 relawan untuk memberikan pelayanan pertolongan pertama kepada masyarakat selama Lebaran. Pelayanan diilakukan 24 jam dengan system shif  mulai 12 Juli hingga 26 Juli  2015. PMI juga menyiagakan ambulan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Ketua PMI Purbalingga Suyitno mengatakan, tujuan kegiatan  pelayanan lebaran ini untuk lebih mendekatkan PMI kepada masyarakat dan memaksimalkan fungsi pelayanan sosial kesehatan kepada masyarakat (Yansoskesmas) yang menjadi salah satu dari empat tugas pokok dan fungsi PMI.
Pengurus PMI juga ikut diterjunkan untuk memback up tugas para relawan.
“Kegiatan ini sekaligus untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa sumbangan bulan dana PMI dari masyarakat  diusahakan secara optimal untuk terus kembali kepada masyarakat,” kata Suyitno melalui siaran persnya, Senin (14/7/2015).
Dijelaskan Suyitno, pelayanan pralebaran dilaksanakan mulai tanggal 12 Juli hingga 16 Juli. Para relawan diterjunkan di dua pos masing-masing pos pengamanan Bukateja di terminal Bukateja dan pos Bayeman/Cingkrik Desa Tlahab Lor Karangreja.
“Fokus untuk pos Bayeman/Cingkrik lebih diperhatikan karena di jalur ini sering terjadi kecelakaan. Di jalur ini lokasi jalan berliku dan sempit. Meski begitu kami berharap, tidak terjadi kecelakaan di jalur itu ,” kata Suyitno.
Untuk pelayanan pasca lebaran, mulai 19 Juli hingga 26 Juli, relawan PMI diturunkan untuk membantu mengantisipasi lonjakan pengunjung di daerah wisata terutama di Owabong Bojongsari, Taman Purbasari Pancuran Mas  di Padamara dan obyek wisata Goa Lawa di Karangreja.
“Fokus perhatian untuk Goa Lawa pun dimungkinkan lebih tinggi, mengingat wisatawan yang dari arah kota Purbalingga untuk menuju Goa Lawa harus melewati jalur Bayeman Tlahab Lor ,” kata Suyitno.
Suyitno menambahkan, posko induk kegiatan PMI ada di markas PMI Purbalingga, sekaligus sebagai pos ambulan PMI dengan backup langsung tenaga medis dan paramedis klinik PMI.
“Kegiatan pelayanan ini pada ujungnya untuk mewujudkan visi PMI menjadi organisasi yang tanggap, profesional dan dicintai masyarakat,” tambah Suyitno.
Di bagian lain Suyitno mengatakan, untuk menjaga stok darah di UDD (unit Donor Darah), PMI telah melakukan buka bersama para dermawan sekaligus donor darah massal. Kegiatan diadakan 28 Juni yang menghasilkan 98 kantong darah, dan 4 Juli lalu yang menghasilkan 123 kantong darah.
“Kami beharap, meski bulan puasa, ketersediaan darah di UDD PMI tetap terjaga, sehingga kebutuhan darah oleh masyarakat tetap tercukupi,” tambah Suyitno. (*
sumber : Tribunjateng

Tak Maksimal, Sosialisasi Bulan Dana PMI Digencarkan

PurbalinggaNews – Sejumlah SKPD dan lembaga diminta lebih gencar dalam mensosialisasikan bulan dana PMI. Pasalnya dalam penyelenggaraan Bulan Dana PMI tahun 2014, hasilnya dirasa belum maksimal. Dari rencana pendapatan Rp 604,6 juta hanya tercapai Rp 518,4 juta (85,74 %).
Sekretaris Pengurus PMI Kabupaten Purbalingga HM Ichwan menuturkan, waktu untuk pelaksanaan bulan dana PMI terlalu singkat akibat terlambatnya ijin operasional dan surat keputusan kepanitiaan yang baru diterima panitia bulan Agustus. Padahal waktu operasional bulan dana PMI bulan Juli – September. Sehingga dilakukan perpanjangan selama dua bulan.
“Tingkat kesadaran penyumbang juga belum maksimal, sehingga diperlukan sosialisasi yang lebih gencar terutama untuk sasaran perusahaan rambut dan bulu mata palsu,” katanya saat Serah Terima Hasil Bulan Dana PMI tahun 2014 di Operation Room Graha Adiguna, Rabu (18/2).
Hasil bulan dana PMI sebesar Rp 518,4 juta diserahkan oleh Panitia Bulan Dana PMI 2014 yang diketuai Dandim 0702 Purbalingga Letkol Inf Agustinus Sinaga kepada Bupati Sukento Rido Marhaendrianto. Setelah dikurangi biaya operasional sebesar 10 persen, kemudian diserahkan kepada Ketua PMI Suyitno, untuk kegiatan yang diselenggarakan oleh PMI.
Bupati Sukento, memerintahkan SKPD terkait untuk menggencarkan sosialisasi. Menurut Bupati, sosialisasi sudah bisa dilaksanakan sejak sekarang meski kepanitiaan belum terbentuk. “Saya minta Kepala Dinas Kesehatan, untuk mulai melakukan sosialisasi kepada organisasi profesi dibawah pembinaan DKK. Seperti Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, PPNJ, IBI dan lainnya,” katanya.
Organisasi profesi lainnya, lanjut Bupati, seperti  para notaris dan dunia perbankan  juga harus mendapat sosialisasi. Termasuk para PNS, Perangkat desa,  jajaran TNI/Polri dan kalangan perusahaan.  “Peningkatan perekonomian masyarakat, seharusnya diikuti dengan meningkatnya penghimpunan bulan dana PMI,” ujarnya.
Sesungguhnya, penghimpunan dana masyarakat dari kegiatan bulan dana PMI 2014 telah memenuhi target yang disampaikan Bupati Sukento saat penerimaan hasil bulan dana PMI tahun 2013 lalu. Saat itu, hasil kotor bulan dana PMI hanya Rp 471,9 juta. “Tahun depan, siapapun panitianya saya minta dapat mencapai angka Rp 500 juta,” kata Bupati pada Januari tahun lalu. (Hardiyanto)
sumber : purbalingganews

Bulan Dana PMI Belum Maksimal, Peran IDI Dipertanyakan


KBRN, Purbalingga:  Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto mengungkapkan ketidakpuasanya terhadap perolehan bulan dana PMI tahun 2014 lalu yang hanya tercapai lebih dari Rp 518 juta. Padahal banyak potensi yang belum maksimal mendukung bulan dana PMI.

“Tahun ini, bulan dana PMI saya minta dapat menghimpun dana minimal Rp 750 juta. Silahkan panitia bulan dana nanti mendorong peran organisasi profesi agar lebih maksimal mendukung program PMI,” ujar Bupati saat membuka Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia Kabupaten Purbalingga tahun 2015, di Operation Room Graha Adiguna, Kamis (26/3/2015).

Menurut Bupati ada organisasi profesi yang justru masih belum berperan dalam upaya penghimpunan dana untuk kegiatan kemanusiaan oleh PMI.

“Coba minta perhatiannya. Organisasi profesi seperti IDI masih kosong, ikatan perawat kosong, ikatan dokter gigi juga masih kosong, bagaimana itu,” kata Sukento.

Bupati juga menyarankan agar melakukan pendekatan dengan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) yang menghimpun semua bank di Purbalingga. Termasuk melakukan pendekatan dengan para pemilik pabrik (pengusaha Korea-red) yang memiliki total karyawan mencapai 40 ribu orang.

Meski sudah diminta meningkatkan perolehan bulan dana PMI, muserkab PMI hanya memasang target perolehan 2015 sebesar Rp 500 juta. Diungkapkan Ketua PMI Suyitno, pelaksanaan bulan dana PMI bukan dilakukan oleh pengurus PMI. Namun dilaksanakan oleh kepanitiaan yang dikordinir secara bergantian oleh unsur Muspida Purbalingga.

“Pelaksanaan bulan dana PMI dikordinasikan sepenuhnya oleh panitia bulan dana PMI. Kita serahkan sepenuhnya kepada kebijakan dan kreativitas panitia,” katanya.

Tahun lalu, perolehan bulan dana PMI berhasil menghimpun sumbangan masyarakat sebesar Rp 518,4 juta dari target sebesar Rp 604,6 juta atau hanya mencapai 85,74 persen. Setelah dipotong operasional 10 persen, diperoleh pendapatan bersih Rp 466,5 juta.

Rakerkab PMI membahas pertanggunjawaban pengurus tentang pelaksanaan program  kerja dan laporan keuangan 2014, serta menyusun rencana program kerja dan anggaran PMI 2015.

Dalam raker tersebut juga dilakukan pengukuhan Korps Sukarela PMI periode 2015 – 2018, dan penyerahan secara simbolis bantuan mobil ambulan dari donatur Purbadi Hardjo Prayitno, pengusaha Jakarta asal Purbalingga kepada PMI.

“Ambulan bantuan donatur ini berupa mobil Daihatsu Luxio yang kemudian dikaroseri lagi dengan penambahan peralatan pendukung. Harga mobil dari dealer sebesar Rp 176,5 juta, sedang peralatan perlengkapannya seharga Rp 90 juta,” kata Suyitno (spj)
sumber : rri.co.id

header

header