Kamis, 09 Juni 2016

Pameran dan Peluncuran Prangko Peringatan 70 Tahun PMI

Dari Kiri ke Kanan:  Direktur Ritel dan Properti PT. Pos Indonesia, Tata Sugiarta, Ketua Panitia HUT ke 70 Tahun PMI, Muhammad Muas, Kepala Seksi Kemitraan Museum Nasional Indonesia, Safei dan Kepala Seksi Edukasi Museum Nasional Indonesia, Julius memperlihatkan contoh Prangko seri 70 Tahun PMI dalam konferensi pers HUT PMI ke 70 di Museum Nasional Jakarta, Jumat (04/09) 2015. / Kredit foto/ Biro Humas PMI Pusat/ Ayu Paraswati.  Dari Kiri ke Kanan: Direktur Ritel dan Properti PT. Pos Indonesia, Tata Sugiarta, Ketua Panitia HUT ke 70 Tahun PMI, Muhammad Muas, Kepala Seksi Kemitraan Museum Nasional Indonesia, Safei dan Kepala Seksi Edukasi Museum Nasional Indonesia, Julius memperlihatkan contoh Prangko seri 70 Tahun PMI dalam konferensi pers HUT PMI ke 70 di Museum Nasional Jakarta, Jumat (04/09) 2015. / Kredit foto/ Biro Humas PMI Pusat/ Ayu Paraswati. 
 
Sebagai puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) ke 70 tahun yang jatuh pada 17 September, PMI dan Museum Nasional akan menggelar kegiatan pameran dan peluncuran prangko seri 70 tahun PMI bertempat di Museum Nasional di Jakarta. Acara pameran dan peluncuran prangko ini mengangkat tema yang juga merupakan tema besar HUT PMI kali ini, “Mengabdi untuk Kemanusiaan dan Kemerdekaan.” Maksud tema ini adalah untuk mengingatkan kembali bahwa PMI merupakan bagian penting dari negara kesatuan Republik Indonesia sejak masa kemerdekaan hingga saat ini.
Pameran 70 Tahun PMI akan diselenggarakan selama 7(tujuh) hari, mulai 10-17 September di Museum Nasional di Jakarta. Wakil Presiden RI yang juga merupakan Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, direncanakan membuka pameran pada Kamis, 10 September 2015. Pembukaan ini ditandai dengan peluncuran prangko seri Peringatan 70 Tahun PMI, bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia. Prangko seri Peringatan 70 Tahun PMI dibuat dalam dua desain, yaitu bergambar gedung markas PMI tempo dulu dan sosok Ketua Umum PMI Pertama, Muhammad Hatta. Peluncuran prangko akan dilanjutkan dengan penandatanganan Sampul Hari Pertama Seri Prangko Peringatan 70 Tahun PMI oleh Wakil Presiden.
Dalam pameran peringatan 70 tahunnya, PMI akan menampilkan foto sejarah masa pendirian PMI tahun 1945-1950, masa perkembangan 1950-1980, dan masa kekinian 1980-sekarang. Benda-benda bersejarah dan perlengkapan yang digunakan PMI di masa lalu juga akan ditampilkan, seperti mesin pengolah darah, botol untuk pengambilan darah, tandu evakuasi, pakaian relawan jaman dahulu, dan sebagainya.
Pameran juga akan diramaikan dengan sejumlah kegiatan promosi dan edukasi tentang kepalangmerahan kepada masyarakat dalam bentuk workshop dan talkshow, serta lomba-lomba sebagai kegiatan pembinaan untuk remaja, seperti lomba pertolongan pertama, lomba membuat tandu darurat, lomba baris berbaris, dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan ini digelar selama 7 hari pameran digelar dan dibuka untuk umum.
“PMI telah mengabdi dan melayani bangsa ini selama 70 tahun. Termasuk ulang tahun kali ini, kami kembali persembahkan untuk masyarakat,” kata Ketua Panitia Peringatan HUT 70 Tahun PMI Muhammad Muas.

Rabu, 08 Juni 2016

1.436 Peserta Ikuti Jumbara PMR IX PMI Kabupaten Purbalingga



 
PURBALINGGA, suaramerdeka.com – Sekira 1.436 peserta mengikuti kegiatan Jumpa Bhakti dan Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) IX PMI Kabupaten Purbalingga 2015. Peserta terdiri dari 552 peserta PMR Madya, 672 peserta PMR Wira, 102 pembina, 30 evaluator, 60 panitia kabupaten dan 20 panitia lokal.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Pj Bupati Purbalingga Drs Budi Wibowo MSi itu, digelar di Lapangan Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara, Kamis (17/9) hingga Minggu (20/9).
Pj Bupati Purbalingga dalam sambutannya mengatakan, Jumbara PMR yang digelar dua tahun sekali tersebut, bisa menjadi langkah cerdas untuk meningkatkan kualitas relawan muda PMI dari waktu ke waktu.
“Yang tak kalah pentingnya adalah peserta (Jumbara PMR) pada akhirnya setelah selesai kegiatan, mampu berperan menjadi agen perubahan bagi masyarakat,” katanya, saat membuka acara.
Terpisah Sekretaris PMI Kabupaten Purbalingga H Moch Ichwan SH mengatakan, penyelenggaraan Jumbara PMR kali ini, dipastikan akan lebih objektif dan transparan. Sebab, kali ini seluruh tim juri berasal dari luar Kabupaten Purbalingga.
“Kami mendatangkan juri dari PMI yang ada di wilayah Barkorwil III. Ada 10 juri dari 10 daerah yang kami datangkan, untuk memberikan penilaian,” imbuhnya.
Dia menambahkan, untuk juri yang berasal dari Kabupaten Purbalingga menurutnya, ditarik dari kalangan profesional yang independen. “Kami hanya bertindak sebagai penyelenggara. Masalah penjurian kami serahkan kepada tim juri, yang tak satupun berasal dari kepengurusan,” lanjutnya.
Ketua Panitia Pelaksana Jumbara Rukmawan Suci Laswono SE mengatakan, Jumbara PMR kali ini, diikuti oleh 50 pangkalan PMR se Purbalingga. Terdiri dari 23 peserta Madya atau SMP dan 27 peserta Wira atau SMA.
“Ada 20 lomba yang kami pertandingkan. Jumbara merupakan kegiatan rutin dua tahunan guna mengevaluasi pembinaan PMR Madya dan PMR Wira,” imbuhnya.
Dijelaskan Rukmawan, kegiatan Jumbara dilaksanakan dengan konsep kegiatan evaluasi peragaan atau praktek, evaluasi teori, serta ditambah dengan berbagai penambahan pengetahuan lewat workshop dan life skill station.
Kegiatan pada garis besarnya dibagi tiga yakni kegiatan Jumpa yang meliputi travelling kepalangmerahan, kreasi remaja, peningkatan ketrampilan dan cerdas tangkas ke-PMR-an. Kegiatan Bakti meliputi bakti sosial pembagian alat tulis, penanaman pohon produktif, kerja bakti bersih-bersih lingkungan, dan K-3 perkemahan.
”Sedang kegiatan Gembira meliputi paduan suara, pentas seni, olahraga persahabatan, out bond, defile kontingen, dan anjangsana,” rincinya.
(Ryan Rachman/CN19/SMNetwork)

51 Pangkalan PMR Siap Ikuti Jumbara PMR IX Th. 2015


PurbalinggaNews  – Sebanyak 51 pangkalan Palang Merah Remaja (PMR) se- Purbalingga akan ikut ambil bagian dalam kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) yang akan digelar 17 – 20 September 2015 di lapangan Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara. Pangkalan PMR tersebut terinci dari 26 PMR Wira dari SMA/SMK/MA dan 25 PMR Madya yang berpangkalan di SMP/MTs. Jumbara merupakan kegiatan rutin dua tahunan guna mengevaluasi pembinaan PMR Madya dan PMR Wira. Setiap pangkalan mengirimkan 24 orang anggota PMR.

Ketua Panitia Pelaksana Jumbara Rukmwan Suci Laswono,SE mengatakan, Jumbara PMR merupakan sarana mengembangkan kapasitas, keterampilan dan sikap positif PMR sesuai Tri Bhakti PMR.  ”Kegiatan Jumbara selain untuk memacu keterampilan juga akan memupuk kemampuan kerja kelompok yang sangat berguna dalam penanganan bencana yang sesungguhnya,” kata Rukmawan, Senin (7/9).
Dijelaskan Rukmawan, kegiatan Jumbara dilaksanakan dengan konsep kegiatan evaluasi peragaan atau praktek, evaluasi teori, serta ditambah dengan berbagai penambahan pengetahuan lewat workshop dan life skill station. Pendekatan yang dilakukan dalam Jumbara adalah pendekatan keterampilan hidup, sehingga peserta akan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas individu dan peningkatan skill sesuai dengan tingkatannya.  Peningkatan skill tersebut antara lain dari berbagai kegiatan evaluasi yang berisi sosialisasi siaga bencana, promosi kesehatan remaja, diseminasi kepalangmerahan yang berupa presentasi materi dan konsep.
”Jumbara merupakan even yang sangat ditunggu oleh pangkalan sekolah dan PMI Kabupaten karena menjadi sarana melakukan kompetisi, pembelajaran sekaligus evaluasi keberhasilan program pembinaan di masing-masing pangkalan,” katanya.
Rukmawan yang didampingi Pengurus PMI lainnya Toto Endargo merinci, kegiatan pada garis besarnya dibagi tiga yakni kegiatan Jumpa yang meliputi travelling kepalangmerahan, kreasi remaja, peningkatan ketrampilan dan cerdas tangkas ke-PMR-an. Kegiatan Bakti meliputi bakti sosial pembagian alat tulis, penanaman pohon produktif, kerja bakti bersih-bersih lingkungan, dan K-3 perkemahan.
”Sedang kegiatan Gembira meliputi paduan suara, pentas seni, olahraga persahabatan, out bond, defile kontingen, dan anjangsana,” rinci Rukmawan.
Secara terpisah Ketua PMI Purbalingga Drs Suyitno meminta agar kegiatan Jumbara PMR mampu menjadi ajang untuk meningkatkan kualitas relawan muda Palang Merah Indonesia (PMI). “Jumbara jangan hanya jadi kegiatan seremonial rutin, namun terus dikembangkan dan ditindaklanjuti secara konsisten sebagai bekal pembinaan calon relawan muda PMI di semua pangkalan,” pinta Suyitno.
Dikatakan Suyitno, keberadaan PMI beserta relawannya di setiap kejadian  bencana menjadi suatu kebutuhan dan harapan para korban bencana. “Kondisi ini juga mengharuskan perlunya regenerasi relawan di jajaran PMI, sehingga energi ke-relawanan-nya selalu terbarukan dan segar. Untuk berprosesnya regenerasi tersebut diperlukan pelatihan pembentukan relawan secara konsisten di sekolah dan di masyarakat, “ katanya.
Suyitno juga meminta kepada relawan agar selalu meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan secara proporsional, sehingga diharapkan sikap dan perilaku relawan dilapangan akan selalu mencerminkan karakter yang humanis. (*)

40 Relawan PMI Purbalingga Siap Layani Masyarakat selama Lebaran


TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA -- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purbalingga menerjunkan 40 relawan untuk memberikan pelayanan pertolongan pertama kepada masyarakat selama Lebaran. Pelayanan diilakukan 24 jam dengan system shif  mulai 12 Juli hingga 26 Juli  2015. PMI juga menyiagakan ambulan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Ketua PMI Purbalingga Suyitno mengatakan, tujuan kegiatan  pelayanan lebaran ini untuk lebih mendekatkan PMI kepada masyarakat dan memaksimalkan fungsi pelayanan sosial kesehatan kepada masyarakat (Yansoskesmas) yang menjadi salah satu dari empat tugas pokok dan fungsi PMI.
Pengurus PMI juga ikut diterjunkan untuk memback up tugas para relawan.
“Kegiatan ini sekaligus untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa sumbangan bulan dana PMI dari masyarakat  diusahakan secara optimal untuk terus kembali kepada masyarakat,” kata Suyitno melalui siaran persnya, Senin (14/7/2015).
Dijelaskan Suyitno, pelayanan pralebaran dilaksanakan mulai tanggal 12 Juli hingga 16 Juli. Para relawan diterjunkan di dua pos masing-masing pos pengamanan Bukateja di terminal Bukateja dan pos Bayeman/Cingkrik Desa Tlahab Lor Karangreja.
“Fokus untuk pos Bayeman/Cingkrik lebih diperhatikan karena di jalur ini sering terjadi kecelakaan. Di jalur ini lokasi jalan berliku dan sempit. Meski begitu kami berharap, tidak terjadi kecelakaan di jalur itu ,” kata Suyitno.
Untuk pelayanan pasca lebaran, mulai 19 Juli hingga 26 Juli, relawan PMI diturunkan untuk membantu mengantisipasi lonjakan pengunjung di daerah wisata terutama di Owabong Bojongsari, Taman Purbasari Pancuran Mas  di Padamara dan obyek wisata Goa Lawa di Karangreja.
“Fokus perhatian untuk Goa Lawa pun dimungkinkan lebih tinggi, mengingat wisatawan yang dari arah kota Purbalingga untuk menuju Goa Lawa harus melewati jalur Bayeman Tlahab Lor ,” kata Suyitno.
Suyitno menambahkan, posko induk kegiatan PMI ada di markas PMI Purbalingga, sekaligus sebagai pos ambulan PMI dengan backup langsung tenaga medis dan paramedis klinik PMI.
“Kegiatan pelayanan ini pada ujungnya untuk mewujudkan visi PMI menjadi organisasi yang tanggap, profesional dan dicintai masyarakat,” tambah Suyitno.
Di bagian lain Suyitno mengatakan, untuk menjaga stok darah di UDD (unit Donor Darah), PMI telah melakukan buka bersama para dermawan sekaligus donor darah massal. Kegiatan diadakan 28 Juni yang menghasilkan 98 kantong darah, dan 4 Juli lalu yang menghasilkan 123 kantong darah.
“Kami beharap, meski bulan puasa, ketersediaan darah di UDD PMI tetap terjaga, sehingga kebutuhan darah oleh masyarakat tetap tercukupi,” tambah Suyitno. (*
sumber : Tribunjateng

header

header